Senin, 15 Desember 2014

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Thomson Reuters
The World's Most Influential Scientific Minds 2014
Senin, 15 Desember 2014 | 21:24 WIB

KOMPAS.com — Empat arkeolog Indonesia masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia untuk bidang ilmu sosial. Oleh Thomson Reuters, mereka dimasukkan dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014.

Para arkeolog yang masuk daftar tersebut adalah Rokus Awe Due, Jatmiko, E Wahyu Saptomo, dan Thomas Sutikna. Semuanya dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Jakarta.

Dalam keterangan yang dirilis baru-baru ini, Thomson Reuters menyatakan, mereka menilai arkeolog-arkeolog tersebut berdasarkan publikasi penelitiannya serta pengaruhnya dalam keilmuan masing-masing.

Thomson Reuters memakai InCites Essential Science Indicators, metode yang dikembangkan institusi tersebut untuk menganalisis pengaruh lebih dari 3.000 ilmuwan dalam 21 bidang ilmu alam dan sosial di dunia.

Pengaruh dilihat dari jumlah publikasi penelitian tiap-tiap ilmuwan. Selain itu, pengaruh juga dilihat dengan mempertimbangkan jumlah peneliti lain yang mengutip publikasi penelitian ilmuwan yang dimaksud.

Masuk dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014, empat arkeolog asal Indonesia itu menjadi ilmuwan yang publikasinya paling hot dan paling banyak dikutip dalam satu dekade terakhir.

Saptomo lewat pesan singkat kepada Kompas.com pada Minggu (15/12/2014) mengatakan, "Semua berkat penemuan Homo floresiensis (manusia kerdil dari Flores yang ditemukan di Liang Bua)."

Penemuan itu dimuat di Nature edisi 27 Oktober 2004. Manusia kerdil Flores saat itu dinyatakan sebagai spesies manusia purba yang berbeda, tetapi kemudian muncul kontroversi. Beberapa ilmuwan mengatakan, H floresiensis adalah manusia yang mengalami kekerdilan.

Saptomo berharap, masuknya dirinya dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh itu bisa membuat pemerintah mengakui pentingnya temuan H floresiensis. "Mudah-mudahan pemerintah dapat segera membangun museum untuk H floresiensis di Manggarai," katanya.

Thomson Reuters juga membuat daftar ilmuwan paling berpengaruh dalam bidang biologi, lingkungan, kedokteran, keantariksaan, dan lainnya. Ilmuwan yang menggeluti genetika dan ilmu material adalah yang paling hot dan paling banyak dikutip.

Sumber : sains.kompas.com
Editor    : Kuzno Riyadi

Minggu, 14 Desember 2014

Kurikulum Pendidikan Periode 1945-1975

Kurikulum periode 1945-1975 diwarnai semangat kemerdekaan dan pembangunan. (Foto: dok. Okezone)

Kurikulum Pendidikan Periode 1945-1975

JAKARTA - Perubahan zaman menuntut perubahan pada dunia pendidikan Indonesia. Tujuannya, agar siswa kita tidak kalah bersaing.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah pun melakukan perubahan kurikulum pendidikan secara berkala. Sejak merdeka pada 1945, tercatat telah terjadi 10 kali perubahan kurikulum pendidikan nasional. Berikut penjelasan lima kurikulum yang dipakai pada periode 1945-1975 seperti dikutip dari laman Ditjen Dikti, Kemendikbud, Senin (15/12/2014):

1. Kurikulum 1947
Kurikulum pertama ini disebut Rencana Pelajaran 1947 atau leer plan. Kurikulum ini kental dengan nuansa politis. Ia merupakan upaya mengubah orientasi pendidikan yang berorientasi kolonialis Belanda menjadi berorientasi kepentingan nasional berasaskan Pancasila. Karena pergolakan revolusi, Rencana Pelajaran 1947 pun baru dapat diterapkan pada 1950 sehingga ia kerap disebut sebagai kurikulum 1950.
Susunannya sangat sederhana, yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, serta garis-garis besar pengajarannya. Kurikulum ini mengedepankan pendidikan watak, kesadaran bernegara, dan bermasyarakat daripada pendidikan pikiran. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian, dan pendidikan jasmani.
Ada 16 mata pelajaran di tingkat Sekolah Rakyat dengan pelajaran tambahan bahasa daerah di Jawa, Sunda dan Madura. Metode pengajaran pada kurikulum ini ditekankan pada konsep guru mengajar dan murid mempelajari.

2. Kurikulum 1952
Ini merupakan pengembangan dari Rencana Pelajaran 1947. Kurikulum yang dikenal sebagai Rencana Pelajaran Terurai 1952 ini merinci setiap mata pelajaran dan menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Ada lima hal pokok dalam kurikulum ini yaitu pendidikan pikiran harus dikurangi, isi pelajaran harus dihubungkan dengan kesenian, pendidikan watak, pendidikan jasmani dan kewarganegaraan masyarakat.

3. Kurikulum 1964
Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964 lahir di penghujung era Presiden Soekarno. Kurikulum ini memfokuskan pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana) peserta didik.
Lima hal pokok dalam kurikulum 1964 adalah manusia Indonesia berjiwa Pancasila, man power, kepribadian kebudayaan nasional yang luhur, ilmu dan teknologi yang tinggi dan pergerakan rakyat dan revolusi. Secara umum, mata pelajaran juga diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi yaitu: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pada tingkatan pendidikan dasar, penekanannya lebih kepada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

4. Kurikulum 1968
Tujuan pendidikan dalam Kurikulum 1968 adalah menekankan upaya membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani; serta mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum ini merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

5. Kurikulum 1975
Kurikulum ini adalah berorientasi pada tujuan dan menganut pendekatan integratif. Artinya, setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Kurikulum 1975 juga menekankan efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
Tidak heran, kelahiran Kurikulum 1975 dipengaruhi konsep management by objective (MBO) yang saat itu terkenal. Kurikulum 1975 juga dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respons (rangsang-jawab) dan latihan (drill).
Pelaksanaannya menggunakan pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem ini senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
Setiap satuan pelajaran dirinci lagi menjadi petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kritik atas kurikulum ini kebanyakan hadir karena guru jadi lebih sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.

Musim Hujan Rawan Kecelakaan, Ini Cara Menghindarinya

Musim Hujan Rawan Kecelakaan, Ini Cara Menghindarinya

Advertorial - detikNews

Jakarta - Hujan deras semakin sering mengguyur beberapa minggu terakhir sebagai tanda mulai datangnya musim hujan. Situasi ini membuat beberapa ruas jalan di ibu kota dan sekitarnya semakin sulit bagi pengendara mobil.

Hujan deras menyebabkan resiko celaka lebih besar bagi pengendara mobil. Beberapa ruas jalan tergenang dan licin sehingga mobil beresiko tergelincir. Belum lagi ditambah banjir, jalan berlubang, jarak pandang menipis akibat kabut, hingga kejadian tidak terduga seperti pohon tumbang. Perlu kehati-hatian dan cara khusus untuk menyesuaikan cara mengemudi agar tetap aman seperti yang disampaikan Chevrolet Indonesia berikut.

Pertama, kendarai mobil dengan cerdas. Jangan berhenti secara mendadak atau berbelok secara tiba-tiba. Kebiasaan ini tidak hanya dapat mencelakai diri sendiri tetapi juga pengendara mobil lainnya. Jika memungkinkan kendarai mobil di jalur yang ditinggalkan oleh pengendara sebelumnya karena biasanya jalur tersebut lebih kering dari bagian jalan lain.

Kunci kedua untuk tetap aman mengendarai mobil di musim hujan adalah kewaspadaan dan kesiapan kendaraan. Cek apakah lampu kabut dan wiper berfungsi maksimal. Lampu kabut sangat berguna untuk memastikan jarak pandang maksimal dan wiper yang berada dalam kondisi baik dapat menyapu maksimal guyuran hujan di kaca depan.

Selain itu, cek tekanan ban. Usahakan tekanan ban cukup, tidak terlalu keras dan tidak kurang. Tekanan ban yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram ban pada jalan dan tekanan ban yang kurang akan menyebabkan slip.

Ketiga, hindari menerobos banjir. Jika benar-benar terpaksa, perkirakan dulu tinggi genangan dan sampai kedalaman berapa mobil dapat terendam air. Jangan melintasi genangan banjir yang tingginya sudah melebihi setengah ban mobil.

Saat menerobos banjir, jaga kecepatan di 3 km/jam saat memasuki genangan dan 6 km/jam saat berada di tengah genangan. Jangan terlalu cepat dan terlalu lambat karena air dapat masuk dan merusak mesin.

Selain itu, jaga kecepatan di batas wajar. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sangat beresiko terutama saat jalan basah oleh air hujan. Apabila kecepatan wajar, pengendara dapat mengatasi aquaplaning. Kondisi dimana terdapat air di antara ban dan permukaan jalan sehingga alur ban tidak dapat menyalurkan air ke luar.

Situasi ini membuat mobil terasa mengambang, kemudi ringan dan sulit dikendalikan. Jika dipacu dengan kecepatan tinggi pengendara tidak dapat mengendalikan mobil sehingga kecelakaan fatal sangat mungkin terjadi.

Tips terakhir adalah tidak mengaktifkan cruise control saat melalui jalan basah akibat hujan deras. Cruise control adalah sistem yang dapat mempercepat atau memperlambat kendaraan agar tetap berada pada kecepatan yang ditetapkan sebelumnya.

Ketika ban kehilangan daya cengkeram di jalan basah, roda akan melambat dan terus melambat secara otmatis hingga keadaan kembali stabil. Tetapi jika cruise control diaktifkan perlambatan akan terdeteksi dan sistem ini akan kembali mempercepat roda agar kembali ke kecepatan sebelumnya. Pengendara mobil bisa kehilangan kendali secara total.

Untuk menjaga keamanan pengendaranya, beberapa tipe Chevrolet dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan dan teknologi modern. Misalnya saja seperti Chevrolet Captiva AWD yang memiliki sistem control traksi sehingga ban mobil tetap dapat mencengkeram aspal meski jalan licin. Sementara Chevrolet Aveo dan Chevrolet Spin memiliki suspensi yang mampu meningkatkan kendali pengendara di jalanan basah.

Chevrolet melengkapi semua tipenya dengan wiper bersensor hujan dan lampu kabut otomatis. Konsentrasi pengendara tidak akan terpecah untuk mengaktifkan lampu kabut dan wiper ketika hujan turun. Wiper dan lampu kabut akan aktif dengan sendirinya ketika hujan turun. Fokus pada kemudi dan kondisi sekitar tetap terjaga.

Semua tipe Chevrolet juga memiliki posisi katup pipa udara yang tinggi juga memberikan keuntungan bagi pengendara saat melintasi jalanan dengan genangan air. Resiko air mengalir ke mesin kendaraan lebih kecil.


sumber : news.kompas.com
editor   : Kusno Riyadi