Selasa, 17 Maret 2015

Kerajaan Mataram Islam Lengkap Kls XI - SMA N 2 Haltim

A. Awal perkembangan Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram berdiri pada tahun 1582. Pusat Kerajaan ini terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, yakni di Kotagede. Para raja yang pernah memerintah di Kerajaan Mataram yaitu : Penembahan Senopati (1584-1601), Panembahan Seda Krapyak (1601-1677).
Dalam sejarah Islam,Kesultanan mataram memiliki peran yang cukup penting dalam perjalanan secara kerajaan-kerajaan islam di Nusantara (Indonesia). Hal ini terlihat dari semangat raja-raja untuk memperluas daerah kekuasaan dan mengislamkan para penduduk daerah kekuasaannya, keterlibatan para pemuka agama, hingga pengembangan kebudayaan yang bercorak islam di Jawa.
Pada awalnya daerah mataram dikuasai kesultanan pajang sebagai balas jasa atas perjuangan dalam mengalahkan Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya menghadiahkan daerah mataram kepada Ki Ageng Pemanahan. Selanjutnya, oleh ki Ageng Pemanahan Mataram dibangun sebagai tempat permukiman baru dan persawahan.
Akan tetapi, kehadirannya di daerah ini dan usaha pembangunannya mendapat berbagai jenis tanggapan dari para penguasa setempat. Misalnya, Ki Ageng Giring yang berasal dari wangsa Kajoran secara terang-terangan menentang kehadirannya. Begitu pula ki Ageng tembayat dan Ki Ageng Mangir. Namun masih ada yang menerima kehadirannya, misalnya ki Ageng Karanglo. Meskipun demikian, tanggapan dan sambutan yang beraneka itu tidak mengubah pendirian Ki Ageng Pemanahan untuk melanjutkan pembangunan daerah itu. ia membangun pusat kekuatan di plered dan menyiapkan strategi untuk menundukkan para penguasa yang menentang kehadirannya.
Pada tahun 1575, Pemahanan meninggal dunia. Ia digantikan oleh putranya, Danang Sutawijaya atau Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Di samping bertekad melanjutkan mimpi ayahandanya, ia pun bercita-cita membebaskan diri dari kekuasaan pajang. Sehingga, hubungan antara mataram dengan pajang pun memburuk.Hubungan yang tegang antara sutawijaya dan kesultanan Pajang akhirnya menimbulkan peperangan. Dalam peperangan ini, kesultanan pajang mengalami kekalahan. Setelah penguasa pajak yakni hadiwijaya meninggal dunia (1587), Sutawijaya mengangkat dirinya menjadi raja Mataram dengan gelar penembahan Senopati Ing Alaga. Ia mulai membangun kerajaannya dan memindahkan senopati pusat pemerintahan ke Kotagede. Untuk memperluas daerah kekuasaanya, penembahan senopati melancarkan serangan-serangan ke daerah sekitar. Misalnya dengan menaklukkan Ki Ageng Mangir dan Ki Ageng Giring.
Daerah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam
daerah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam Pada tahun 1590, penembahan senopati atau biasa disebut dengan senopati menguasai madiun, yang waktu itu bersekutu dengan surabaya. Pada tahun 1591 ia mengalahkan kediri dan jipang, lalu melanjutkannya dengan penaklukkan Pasuruan dan Tuban pada tahun 1598-1599.
Sebagai raja islam yang baru, panembahan senopati melaksanakan penaklukkan-penaklukan itu untuk mewujudkan gagasannya bahwa mataram harus menjadi pusat budaya dan agama islam, untuk menggantikan atau melanjutkan kesultanan demak. Disebutkan pula dalam cerita babad bahwa cita-cita itu berasal dari wangsit yang diterimanya dari Lipura (desa yang terletak di sebelah barat daya Yogyakarta). Wangsit datang setelah mimpi dan pertemuan senopati dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, ketika ia bersemedi di Parangtritis dan Gua Langse di Selatan Yogyakarta. Dari pertemuan itu disebutkan bahwa kelak ia akan menguasai seluruh tanah Jawa.

B. Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan yang dianut Kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan tertinggi dan mutlak adaa pada diri sultan. Seorang sultan atau raja sering digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri pada rakyat sekali seminggu di alun-alun istana.
Selain sultan, pejabat penting lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat. Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat administrasi.
Dengan sistem pemerintahan seperti itu, Panembahan senopati terus-menerus memperkuat pengaruh mataram dalam berbagai bidang sampai ia meninggal pada tahun 1601. ia digantikan oleh putranya, Mas Jolang atau Penembahan Sedaing Krapyak (1601 – 1613). Peran mas Jolang tidak banyak yang menarik untuk dicatat. Setelah mas jolang meninggal, ia digantikan oleh Mas Rangsang (1613 – 1645). Pada masa pemerintahannyalah Mataram mearik kejayaan. Baik dalam bidang perluasan daerah kekuasaan, maupun agama dan kebudayaan.
Pangeran Jatmiko atau Mas Rangsang Menjadi raja mataram ketiga. Ia mendapat nama gelar Agung Hanyakrakusuma selama masa kekuasaan, Agung Hanyakrakusuma berhasil membawa Mataram ke puncak kejayaan dengan pusat pemerintahan di Yogyakarta. Gelar “sultan” yang disandang oleh Sultan Agung menunjukkan bahwa ia mempunyai kelebihan dari raja-raja sebelumnya, yaitu panembahan Senopati dan Panembahan Seda Ing Krapyak. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 1613 pada umur sekitar 20 tahun, dengan gelar “Panembahan”. Pada tahun 1624, gelar “Panembahan” diganti menjadi “Susuhunan” atau “Sunan”. Pada tahun 1641, Agung Hanyakrakusuma menerima pengakuan dari Mekah sebagai sultan, kemudian mengambil gelar selengkapnya Sultan Agung Hanyakrakusuma Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman.
Karena cita-cita Sultan Agung untuk memerintah seluruh pulau jawa, kerajaan Mataram pun terlibat dalam perang yang berkepanjangan baik dengan penguasa-penguasa daerah, maupun dengan kompeni VOC yang mengincar pulau Jawa.
Pada tahun 1614, sultan agung mempersatukan kediri, pasuruan, lumajang, dan malang. Pada tahun 1615, kekuatan tentara mataram lebih difokuskan ke daerah wirasaba, tempat yang sangat strategis untuk menghadapi jawa timur. Daerah ini pun berhasil ditaklukkan. pada tahun 1616, terjadi pertempuran antara tentara mataram dan tentara surabaya, pasuruan, Tuban, Jepara, wirasaba, Arosbaya dan Sumenep. Peperangan ini dapat dimenangi oleh tentara mataram, dan merupakan kunci kemenangan untuk masa selanjutnya. Di tahun yang sama Lasem menyerah. Tahun 1619, tuban dan Pasuruan dapat dipersatukan. Selanjutnya mataram berhadapan langsung dengan Surabaya. Untuk menghadapi surabaya, mataram melakukan strategi mengepung, yaitu lebih dahulu menggempur daerah-daerah pedalaman seperti Sukadana (1622) dan Madura (1624). Akhirnya, Surabaya dapat dikuasai pada tahun 1625.
Dengan penaklukan-penaklukan tersebut, Mataram menjadi kerajaan yang sangat kuat secara militer. Pada tahun, 1627, seluruh pulau jawa kecuali kesultanan Banten dan wilayah kekuasaan kompeni VOC di Batavia ttelah berhasil dipersatukan di bawah mataram. Sukses besar tersebut menumbuhkan kepercayaan diri sultan agung untuk menantang kompeni yang masih bercongkol di Batavia. Maka, pada tahun 1628, Mataram mempersiapkan pasukan di bawah pimpinan Tumenggung Baureksa dan Tumenggung Sura Agul-agul, untuk mengempung Batavia.
Sayang sekali, karena kuatnya pertahanan Belanda, serangan ini gagal, bahkan tumenggung Baureksa gugur. Kegagalan tersebut menyebabkan matara bersemangat menyusun kekuatan yang lebih terlatih, dengan persiapan yang lebih matang. Maka pada pada 1629, pasukan Sultan Agung kembali menyerbu Batavia. Kali ini, ki ageng Juminah, Ki Ageng Purbaya, ki Ageng Puger adalah para pimpinannya. Penyerbuan dilancarkan terhadap benteng Hollandia, Bommel, dan weesp. Akan tetapi serangan ini kembali dapat dipatahkan, hingga menyebabkan pasukan mataram ditarik mundur pada tahun itu juga. Selanjutnya, serangan mataram diarahkan ke blambangan yang dapat diintegrasikan pada tahun 1639.
Sayang sekali, karena kuatnya pertahanan Belanda, serangan ini gagal, bahkan tumenggung Baureksa gugur. Kegagalan tersebut menyebabkan matara bersemangat menyusun kekuatan yang lebih terlatih, dengan persiapan yang lebih matang. Maka pada pada 1629, pasukan Sultan Agung kembali menyerbu Batavia. Kali ini, ki ageng Juminah, Ki Ageng Purbaya, ki Ageng Puger adalah para pimpinannya. Penyerbuan dilancarkan terhadap benteng Hollandia, Bommel, dan weesp. Akan tetapi serangan ini kembali dapat dipatahkan, hingga menyebabkan pasukan mataram ditarik mundur pada tahun itu juga. Selanjutnya, serangan mataram diarahkan ke blambangan yang dapat diintegrasikan pada tahun 1639.
Bagi Sultan Agung, Kerajaan Mataram adalah kerajaan islam yang mengemban amanat Tuhan di tanah Jawa. Oleh sebab itu, struktur serta jabatan kepenghuluan dibangun dalam sistem kekuasaan kerajaan. Tradisi kekuasaan seperti sholat jumat di masjid, grebeg ramadan, dan upaya pengamanalan syariat islam merupakan bagian tak terpisahkan dari tatanan istana.
Sultan agung juga berprediksi sebagai pujangga. Karyanya yang terkenal yaitu kitab Serat Sastra Gendhing. Adapun kitab serat Nitipraja digubahnya pada tahun 1641 M. Serat sastra Gendhing berisi tetang budi pekerti luhur dan keselarasan lahir batin. Serat Nitipraja berisi tata aturan moral, agar tatanan masyarakat dan negara dapat menjadi harmonis. Selain menulis, Sultan Agung juga memerintahkan para pujangga kraton untuk menulis sejarah babad tanah Jawi.
Di antara semua karyanya , peran sultan agung yang lebih membawa pengaruh luas adalah dalam penanggalan. Sultan agung memadukan tradisi pesantren islam dengan tradisi kejawen dalam perhitungan tahun. Masyarakat pesantren biasa menggunakan tahun hijriah, masyarakat kejawen menggunakan tahun Caka atau saka. Pada tahun 1633, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh mataram. Perhitungan itu hampir seluruhnya disesuaikan dengan tahun hijriah, berdasarkan perhitungan bulan. Namun, awal perhitungan tahun jawa ini tetap sama dengan tahun saka, yaitu 78 m. Kesatuan perhitungan tahun sangat penting bagi penulisan serat babad. Perubahan perhitungan itu merupakan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan proses pengislaman tradisi dan kebudayaan jawa yang sudah terjadi sejak berdirinya kerajaan demak. Hingga saat ini, sistem penanggalan ala sultan Agung ini masih banyak digunakan.
Sejak masa sebelum sultan Agung pembangunan non-militer memang telah dilakukan. Satu yang layak disebut, panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatanan gempuran. Setelah zaman senopati, mas jolang juga berjasa dalam kebudayaan, dengan berusaha menyusun sejarah negeri demak, serta menulis beberapa kitap suluk. Misalnya Sulu Wujil (1607 M) yang berisi wejangan Sunan bonang kepada abdi raja majapahit yang bernama Wujil. Pangeran Karanggayam juga menggubah Serat Nitisruti (1612 m) pada masa mas jolang.
Menjelang akhir hayatnya. Sultan Agung menerapkan peraturan yang bertujuan mencegah perebutan tahta, antara keluarga raja dan putra mahkota. Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Mataram tidak hanya menjadi pusat kekuasaan, tapi juga menjadi pusat penyebaran islam.

C. Kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan Sultan Agung Kemajuan yang dicapai meliputi kemajuan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, yaitu :

a. Bidang Politik
Kemajuan politik yang dicapai Sultan Agung adalah menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan menyerang Belanda di Batavia.
a. Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Usaha inidimulai dengan menguasai Gresik, Jaratan, Pamekasan, Sumenep, Sampang,Pasuruhan, kemudian Surabaya. Salah satu usahanya mempersatukan kerajaan Islamdi Pulau Jawa ini ada yang dilakukan dengan ikatan perkawinan. Sultan Agung mengambil menantu Bupati Surabaya Pangeran Pekik dijodohkan dengan putrinya yaitu Ratu Wandansari
b. Anti penjajah Belanda
Sultan Agung adalah raja yang sangat benci terhadap penjajah Belanda. Hal ini terbukti dengan dua kali menyerang Belanda ke Batavia, yaitu yang pertama tahun 1628 dan yang kedua tahun 1629. Kedua penyerangan ini mengalami kegagalan.Adapun penyebab kegagalannya, antara lain:
- Jarak yang terlalu jauh berakibat mengurangi ketahanan prajurit mataram. Mereka harus menempuh jalan kaki selama satu bulan dengan medan yang sangat sulit.
- Kekurangan dukungan logistik menyebabkan pertahanan prajurit Mataram di Batavia menjadi lemah.
- Kalah dalam sistem persenjataan dengan senjataa yang dimiliki kompeni Belanda yang serba modern.
- Banyak prajurit Mataram yang terjangkit penyakit dan meninggal, sehingga semakin memperlemah kekuatan.
- Portugis bersedia membantu Mataram dengan menyerang Batavia lewat laut,sedangkan Mataram lewat darat. Ternyata Portugis mengingkari. Akhirnya Mataram dalam menghadapai Belanda tanpa bantuan Portugis.
- Kesalahan politik Sultan Agung yang tidak menadakan kerja sama dengan Banten dalam menyerang Belanda. Waktu itu mereka saling bersaing.
- Sistem koordinasi yang kurang kompak antara angkatan laut dengan angkatan darat. Ternyata angkatan laut mengadakan penyerangan lebih awal sehingga rencana penyerangan Mataram ini diketahui Belanda.
- Akibat penghianatan oleh salah seorang pribumi, sehingga rencana penyerangan ini diketahui Belanda sebelumnya.

b. Bidang Ekonomi
Kemajuan dalam bidang ekonomi meliputi hal-hal berikut ini:

- Sebagai negara agraris, Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi. Mataram juga mengadakan pemindahan penduduk (transmigrasi) dari daerah yang kering ke daerah yang subur dengan irigasi yang baik. Dengan usaha tersebut, Mataram banyak mengekspor beras ke Malaka.
- Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa tidak hanya menambah kekuatan politik,tetapi juga kekuatan ekonomi. Dengan demikian ekonomi Mataram tidak semata-mata tergantung ekonomi agraris, tetapi juga karena pelayaran dan perdagangan.
c. Bidang sosial Budaya
Kemajuan dalam bidang sosial budaya meliputi hal-hal berikut:

a. Timbulnya kebudayaan kejawen
Unsur ini merupakan akulturasi dan asimilasi antara kebudayaan asli Jawa denganIslam. Misalnya upacara Grebeg yang semula merupakan pemujaan roh nenek moyang. Kemudian, dilakukan dengan doa-doa agama Islam. Sampai kini, di jawa kita kenal sebagai Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan sebagainya.

b. Perhitungan Tarikh Jawa
Sultan Agung berhasil menyusun tarikh Jawa. Sebelum tahun 1633 M, Mataram menggunakan tarikh Hindu yang didasarkan peredaran matahari (tarikh syamsiyah).Sejak tahun 1633 M (1555 Hindu), tarikh Hindu diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh komariah). Caranya, tahun 1555 diteruskan tetapi dengan perhitungan baru berdasarkan tarikh komariah. Tahun perhitungan Sultan Agung ini kemudian dikenal sebagai“tahun Jawa”.

c. Berkembangnya Kesusastraan Jawa
Pada zaman kejayaan Sultan Agung, ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat,termasuk di dalamnya kesusastraan Jawa. Sultan Agung sendiri mengarang kitab yang berjudul Sastra Gending yang merupakan kitab filsafat kehidupan dan kenegaraan.Kitab-kitab yang lain adalah Nitisruti, Nitisastra, dan Astrabata. Kitab-kitab ini berisi tentang ajaran-ajaran budi pekerti yang baik.Pengaruh Mataram mulai memudar setelah Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 M.Selanjutnya, Mataram pecah menjadi dua, sebagaimana isi Perjanjian Giyanti (1755) berikut:
- Mataram Timur yang dikenal Kesunanan Surakarta di bawah kekuasaan Paku Buwono III dengan pusat pemerintahan di Surakarta.
- Mataram Barat yang dikenal dengan Kesultanan Yogyakarta di bawah kekuasaan Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I dengan pusat pemerintahannya di Yogyakarta.Perkembangan berikutnya, Kesunanan Surakarta pecah menjadi dua yaitu Kesunanan dan Mangkunegaran (Perjanjian Salatiga 1757). Kesultanan Yogyakarta juga terbagi atas Kesultanan dan Paku Alaman. Perpecahan ini terjadi karena campur tangan Belanda dalam usahanya memperlemah kekuatan Mataram, sehingga mudah untuk di kuasai.Sultan Agung meninggal pada Februari 1646. ia dimakamkan di puncak Bukit Imogiri, Bantul ,Yogyakarta. Selanjutnya,Mataram diperintah oleh putranya, SunanTegalwangi, dengan gelar Amangkurat I ( 1646 – 1677). Dalam masa pemerintahan Amangkurat I, kerajaan mataram mulai mundur. Wilayah kekuasaan mataram berangsur-angsur menyempit karena direbut oleh kompeni VOC. Yang paling mengenaskan, pada tahun1675, Rade Trunajaya dari Madura memberontak. Pemberontakannya demikian tak terbendung, sampai-sampai Trunajaya berhasil menguasai keraton Mataram yang waktu ituteletak di Plered. Amangkurat terlunta-lunta mengungsi, dan akhirnya meninggal di Tegal.Sepeninggal Amangkurat I, Mataram dipegang oleh Amangkurat II yang menurunkanDinasti Paku Buwana di Solo dan Hamengku Buwana di Yogyakarta. Amangkurat II meminta bantuan VOC untuk memadamkan pemberontakan Trunajaya. Setelah berakhirnya Perang Giyanti (1755), wilayah kekuasaan mataram semakin terpecah belah. Berdasarkan perjanjian giyanti, mataram dipecah menjadi dua, yakni mataram sukrakarta dan mataram yogyakarta. Pada tahun 1757 dan 1813, perpecahan terjadi lagi dengan munculnya Mangkunegara dan pakualaman. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, keempat pecahan kerajaan mataram ini disebut sebagai vorstenlanden. Saat ini, keempat pecahan Kesultanan Mataram tersebut masih melanjutkan dinasti masing-masing. Bahkan peran dan pengaruh pecahan mataram tersebut, terutama kesultanan Yogyakarta masih cukup besar dan diakui masyarakat.

Aspek Kehidupan Sosial
Kehidupan masyarakat di kerajaan Mataram, tertata dengan baik berdasarkan hukum Islam tanpa meninggalkan norma-norma lama begitu saja. Dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, Raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat kerajaan. Di bidang keagamaan terdapat penghulu, khotib, naid, dan surantana yang bertugas memimpin upacara-upacara keagamaan. Di bidang pengadilan,dalam istana terdapat jabatan jaksa yang bertugas menjalankan pengadilan istana. Untuk menciptakan ketertiban di seluruh kerajaan, diciptakan peraturan yang dinamakan anger-anger yang harus dipatuhi oleh seluruh penduduk

Aspek Kehidupan Ekonomi dan Kebudayaan
Kerajaan Mataram adalah kelanjutan dari Kerajaan Demak dan Pajang. Kerajaan ini menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor agraris. Hal ini karena letaknya yang berada di pedalaman. Akan tetapi, Mataram juga memiliki daerah kekuasan di daerah pesisir utara Jawa yang mayoritas sebagai pelaut. Daerah pesisir inilah yang berperan penting bagi arus perdagangan Kerajaan Mataram. Kebudayaan yang berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram berupa seni tari, pahat, suara, dan sastra. Bentuk kebudayaan yang berkembang adalah Upacara Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan Islam. Di samping itu, perkembangan di bidang kesusastraan memunculkan karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Kitab Sastra Gending yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat istiadat Jawa yang disebut Hukum Surya Alam.E.

Puncak Kejayaan Mataram Islam
Mataram Islam mencapai puncak kejayaannya pada jaman Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1646). Daerah kekuasaannya mencakup Pulau Jawa (kecuali Banten dan Batavia), Pulau Madura, dan daerah Sukadana di Kalimantan Barat. Pada waktu itu, Batavia dikuasai VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie ) Belanda.Kekuatan militer Mataram sangat besar. Sultan Agung yang sangat anti kolonialisme itumenyerang VOC di Batavia sebanyak dua kali (1628 dan 1629). Menurut Moejanto sepertiyang dikutip oleh Purwadi (2007), Sultan Agung memakai konsep politik keagungbinataran yang berarti bahwa kerajaan Mataram harus berupa ketunggalan, utuh, bulat, tidak tersaingi,dan tidak terbagi-bagi.

Kemunduran Mataram Islam
Kemunduran Mataram Islam berawal saat kekalahan Sultan Agung merebut Batavia dan menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Setelah kekalahan itu, kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.

D. Silsilah Raja dan Sistem Pemerintahan Image and video hosting by TinyPic
1. Ki Ageng Pamanahan ( Ki Gede Pamanahan )
- Pendiri desa mataram tahun 1556
- bergelar Panembahan Senapati dibawah pimpinan anaknya
- Ki Pamanahan adalah putra Ki Ageng Henis, putra Ki Ageng Sela
- menikah dengan sepupunya sendiri, yaitu Nyai Sabinah, putri Nyai Ageng Saba (kakak perempuan Ki Ageng Henis).
- Ki Pamanahan dan adik angkatnya, yang bernama Ki Penjawi, mengabdi pada Hadiwijaya bupati Pajang (murid Ki Ageng Sela ) Keduanya dianggap kakak oleh raja dan dijadikan sebagai lurah wiratamtama di Pajang.
- Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja. Ki Pamanahan bekerja sama dengan Ratu Kalinyamat membujukHadiwijaya supaya bersedia menghadapi Arya Penangsang. Sebagai hadiah, Ratu Kalinyamat memberikan cincin pusakanya kepada Ki Pamanahan.
- Meninggal tahun 1584
2. Sutawijaya ( Danang sutawijaya )
- pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601
- bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa
- dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram.
- putra sulung pasangan Ki Ageng Pamanahan dan Nyai Sabinah
- Menurut naskah-naskah babad, ayahnya adalah keturunan Brawijaya raja terakhir Majapahit, sedangkan ibunya adalah keturunan Sunan Giri anggota Walisanga
- Nyai Sabinah memiliki kakak laki-laki bernama Ki Juru Martani, yang kemudian diangkat sebagai patih pertama Kesultanan Mataram. Ia ikut berjasa besar dalam mengatur strategi menumpas Arya Penangsang pada tahun 1549.
- Sutawijaya juga diambil sebagai anak angkat oleh Hadiwijaya bupati Pajang sebagai pancingan, karena pernikahan Hadiwijaya dan istrinya sampai saat itu belum dikaruniai anak. Sutawijaya kemudian diberi tempat tinggal di sebelah utara pasar sehingga ia pun terkenal dengan sebutan Raden Ngabehi Loring Pasar.
- Sayembara menumpas Arya Penangsang tahun 1549 merupakan pengalaman perang pertama bagi Sutawijaya. Ia diajak ayahnya ikut serta dalam rombongan pasukan supaya Hadiwijaya merasa tidak tega dan menyertakan pasukan Pajang sebagai bala bantuan. Saat itu Sutawijaya masih berusia belasan tahun.
- meninggal dunia pada tahun 1601 saat berada di desa Kajenar. Ia kemudian dimakamkan di Kotagede.
3. Raden Mas Jolang ( Panembahan Hanyakrawati / Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram )
- raja kedua Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1601-1613
- putra Panembahan Senapati raja pertama Kesultanan Mataram. Ibunya bernama Ratu Mas Waskitajawi, putri Ki Ageng Panjawi, penguasa Pati
- Ketika menjabat sebagai Adipati Anom (putra mahkota), Mas Jolang menikah dengan Ratu Tulungayu putri dari Ponorogo. Namun perkawinan tersebut tidak juga dikaruniai putra, kemudian menikah lagi dengan Dyah Banowati putri Pangeran Benawa raja Pajang. Dyah Banowati yang kemudian bergelar Ratu Mas Hadi melahirkan Raden Mas Rangsang dan Ratu Pandansari (kelak menjadi istri Pangeran Pekik). Empat tahun setelah Mas Jolang naik takhta, ternyata Ratu Tulungayu melahirkan seorang putra bernama Raden Mas Wuryah alias Adipati Martapura. Padahal saat itu jabatan adipati anom telah dipegang oleh Mas Rangsang.
- Pada tahun 1610 melanjutkan usaha ayahnya, yaitu menaklukkan Surabaya, musuh terkuat Mataram. Serangan-serangan yang dilakukannya sampai akhir pemerintahannya tahun 1613 hanya mampu memperlemah perekonomian Surabaya namun tidak mampu menjatuhkan kota tersebut. Serangan pada tahun 1613 sempat menyebabkan pos-pos VOC di Gresik dan Jortan ikut terbakar. Sebagai permintaan maaf, Hanyakrawati mengizinkan VOC mendirikan pos dagang baru di Jepara. Ia juga mencoba menjalin hubungan dengan markas besar VOC di Ambon.
- meninggal dunia pada tahun 1613 karena kecelakaan sewaktu berburu kijang di Hutan Krapyak. Oleh karena itu, ia pun terkenal dengan gelar anumerta Panembahan Seda ing Krapyak, atau cukup Panembahan Seda Krapyak, yang bermakna "Baginda yang wafat di Krapyak"
4. Raden Mas Rangsang (Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma )( nama asli : Raden Mas Jatmika )
- lahir: Kutagede, Kesultanan Mataram, 1593 - wafat: Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram, 1645
- raja ketiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645
- Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu.( puncak kejayaan )
- Atas jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal3 November 1975.
- putra dari pasangan Prabu Hanyakrawati dan Ratu Mas Adi Dyah Banawati.( putri Pangeran Benawa raja Pajang ( Dyah Banowati ))
- Pada tahun 1620 pasukan Mataram mulai mengepung kota Surabaya secara periodik.
- kemunduran kerajaan mataram Islam akibat kalah dalam perang merebut Batavia dengan VOC
- menyerang Batavia sebanyak 2x.
serangan pertama ( 1628 ) terjadi di benteng Holandia, dipimpin oleh Tumenggung Bahureksa, dan Pangeran Mandurareja sebanyak 10.000 pasukan akan tetapi gagal. Kegagalan serangan pertama diantisipasi dengan cara mendirikan lumbung-lumbung beras di Karawang dan Cirebon. Namun pihak VOC berhasil memusnahkan semuanya. Serangan kedua ( 1629 ) dipimpin Adipati Ukur dan Adipati Juminah Total semua 14.000 orang prajurit. serangan kedua Sultan Agung berhasil membendung dan mengotori Sungai Ciliwung, yang mengakibatkan timbulnya wabah penyakit kolera melanda Batavia. Gubernur jenderal VOC yaitu J.P. Coen meninggal menjadi korban wabah tersebut.
5. Amangkurat I (Sri Susuhunan Amangkurat Agung)
- Memerintah pada tahun 1646-1677
- Memiliki gelar anumertaSunan Tegalwangi atau Sunan Tegalarum
- Nama aslinya adalah Raden Mas Sayidin putra Sultan Agung. Ibunya bergelar Ratu Wetan, yaitu putri Tumenggung Upasanta bupatiBatang (keturunan Ki Juru Martani).
- Ketika menjabat Adipati Anom ia bergelar Pangeran Arya Prabu Adi Mataram.
- memiliki dua orang permaisuri. Putri Pangeran Pekik dari Surabaya menjadi Ratu Kulon yang melahirkan Raden Mas Rahmat, kelak menjadi Amangkurat II. Sedangkan putri keluarga Kajoran menjadi Ratu Wetan yang melahirkan Raden Mas Drajat, kelak menjadi Pakubuwana I.
- mendapatkan warisan Sultan Agung berupa wilayah Mataram yang sangat luas
- menerapkan sentralisasi atau sistem pemerintahan terpusat.
- Pada tahun 1647 ibu kota Mataram dipindah ke Plered. Perpindahan istana tersebut diwarnai pemberontakan Raden Mas Alit atau Pangeran Danupoyo, adik Amangkurat I yang menentang penumpasan tokoh-tokoh senior. Pemberontakan ini mendapat dukungan para ulama namun berakhir dengan kematian Mas Alit. Amangkurat I ganti menghadapi para ulama. Mereka semua, termasuk anggota keluarganya, sebanyak 5.000 orang lebih dikumpulkan di alun-alun untuk dibantai.
- Amangkurat I menjalin hubungan dengan VOC yang pernah diperangi ayahnya. Pada tahun 1646 ia mengadakan perjanjian, antara lain pihak VOC diizinkan membuka pos-pos dagang di wilayah Mataram, sedangkan pihak Mataram diizinkan berdagang ke pulau-pulau lain yang dikuasai VOC. Kedua pihak juga saling melakukan pembebasan tawanan. Perjanjian tersebut oleh Amangkurat I dianggap sebagai bukti takluk VOC terhadap kekuasaan Mataram. Namun ia kemudian tergoncang saat VOC merebut Palembang tahun 1659.
- hubungan diplomatik Mataram dan Makasar yang dijalin Sultan Agung akhirnya hancur di tangan putranya setelah tahun 1658. Amangkurat I menolak duta-duta Makasar dan menyuruh Sultan Hasanuddin datang sendiri ke Jawa. Tentu saja permintaan itu ditolak.
- tanggal 28 Juni 1677 Trunajaya berhasil merebut istana Plered. Amangkurat I dan Mas Rahmat melarikan diri ke barat.Babad Tanah Jawi menyatakan, dengan jatuhnya istana Plered menandai berakhirnya Kesultanan Mataram. Pelarian Amangkurat I membuatnya jatuh sakit dan meninggal pada 13 Juli 1677 di desa Wanayasa, Banyumas dan berwasiat agar dimakamkan dekat gurunya di Tegal
6. Amangkurat II (Nama asli Amangkurat II ialah Raden Mas Rahmat )
- putra Amangkurat I raja Mataram yang lahir dari Ratu Kulon putri Pangeran Pekikdari Surabaya.
- memiliki banyak istri namun hanya satu yang melahirkan putra (kelak menjadi Amangkurat III)
- Pada bulan September 1680 Amangkurat II membangun istana baru di hutan Wanakerta karena istana Plered diduduki adiknya, yaituPangeran Puger. Istana baru tersebut bernama Kartasura.
- Amangkurat II akhirnya meninggal dunia tahun 1703. Sepeninggalnya, terjadi perebutan takhta Kartasura antara putranya, yaituAmangkurat III melawan adiknya, yaitu Pangeran Puger.
- Pada bulan September 1677 diadakanlah perjanjian di Jepara. Pihak VOC diwakili Cornelis Speelman. Daerah-daerah pesisir utaraJawa mulai Kerawang sampai ujung timur digadaikan pada VOC sebagai jaminan pembayaran biaya perang Trunajaya.
- Mas Rahmat pun diangkat sebagai Amangkurat II, seorang raja tanpa istana. Dengan bantuan VOC, ia berhasil mengakhiri pemberontakan Trunajaya tanggal 26 Desember 1679. Amangkurat II bahkan menghukum mati Trunajaya dengan tangannya sendiri pada 2 Januari 1680.
7. Amangkurat III (Nama aslinya adalah Raden Mas Sutikna )
- memerintah antara tahun 1703– 1705.
- dijuluki Pangeran Kencet, karena menderita cacat di bagian tumit.
- Ketika menjabat sebagai Adipati Anom, ia menikah dengan sepupunya, bernama Raden Ayu Lembah putri Pangeran Puger. Namun istrinya itu kemudian dicerai karena berselingkuh dengan Raden Sukra putra Patih Sindureja.
- Raden Sukra kemudian dibunuh utusan Mas Sutikna, sedangkan Pangeran Puger dipaksa menghukum mati Ayu Lembah, putrinya sendiri. Mas Sutikna kemudian menikahi Ayu Himpun adik Ayu Lembah.
- Rombongan Amangkurat III melarikan diri ke Ponorogo sambil membawa semua pusaka keraton. Di kota itu ia menyiksa Adipati Martowongso hanya karena salah paham. Melihat bupatinya disakiti, rakyat Ponorogo memberontak. Amangkurat III pun lari ke Madiun. Dari sana ia kemudian pindah ke Kediri.
- Sepanjang tahun 1707 Amangkurat III mengalami penderitaan karena diburu pasukan Pakubuwana I. Dari Malang ia pindah ke Blitar, kemudian ke Kediri, akhirnya memutuskan menyerah di Surabaya tahun 1708.
- Pangeran Blitar, putra Pakubuwana I, datang ke Surabaya meminta Amangkurat III supaya menyerahkan pusaka-pusaka keraton, namun ditolak. Amangkurat III hanya sudi menyerahkannya langsung kepada Pakubuwana I.
- VOC kemudian memindahkan Amangkurat III ke tahanan Batavia. Dari sana ia diangkut untuk diasingkan ke Sri Lanka.
- Meninggal di negeri itu pada tahun 1734.
- Konon, harta pusaka warisan Kesultanan Mataram ikut terbawa ke Sri Lanka. Namun demikian, Pakubuwana I berusaha tabah dengan mengumumkan bahwa pusaka Pulau Jawa yang sejati adalah Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.
- Perang Suksesi Jawa I (1704–1708), antara Amangkurat III melawan Pakubuwana I.
- Perang Suksesi Jawa II (1719–1723), antara Amangkurat IV melawan Pangeran Blitar dan Pangeran Purbaya.
- Perang Suksesi Jawa III (1747–1757), antara Pakubuwana II yang dilanjutkan oleh Pakubuwana III melawan Hamengkubuwana I dan Mangkunegara I.

E. Peninggalan sejarah kerajaan mataram Islam :
I . Sumber- Sumber Berita:
a. Babad Tanah Djawi b. Babad Meinsma c. Serat Kandha d. Serat Centini e. Serat Cabolek f. Serat Dharma Wirayat (yang sangat populer sebagai karya Sri Paku Alam III.)
g. Serat Nitipraja h. Babad Sangkala i. Babad Sankalaniang Momana j. Sadjarah Dalem

II. Seni dan Tradisi:
a. Sastra Ghending karya Sultan Agung b. Tahun Saka Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan
c. Kerajinan Perak Perak Kotagede sangat terkenal hingga ke mancanegara, kerajinan ini warisan dari orang-orang Kalang.
Image and video hosting by TinyPic

d. Kalang Obong Upacara tradisional kematian orang Kalang, upacara ini seperti Ngaben di Bali, tetapi upacara Kalang Obong ini bukan mayatnya yg dibakar melainkan pakaian dan barang-barang peninggalannya
Image and video hosting by TinyPic

e. KUE KIPO Makanan tradisional ini sangat khas dan hanya ada di Kotagede, terbuat dari kelapa, tepung, dan gula merah.
Image and video hosting by TinyPic

f. Pertapaan Kembang Lampir Kembang Lampir merupakan petilasan Ki Ageng Pemanahan yang terletak di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. Tempat ini merupakan pertapaan Ki Ageng Pemanahan ketika mencari wahyu karaton Mataram.
Image and video hosting by TinyPic

III. Bangunan- Bangunan, Benda Pusaka, dan Lainnya:
a. Segara Wana dan Syuh Brata Adalah meriam- meriam yang sangat indah yang diberikan oleh J.P. Coen (pihak Belanda) atas perjanjiannya dengan Sultan Agung. Sekarang meriam itu diletakkan di depan keraton Surakarta dan merupakan meriam yang paling indah di nusantara
Image and video hosting by TinyPic

b. Puing - puing / candi- candi Siwa dan Budha di daerah aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut Selatan
c. Batu Datar di Lipura yang tidak jauh di barat daya Yogyakarta d. Baju “keramat” Kiai Gundil atau Kiai Antakusuma e. Masjid Agung Negara Masjid Agung dibangun oleh PB III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768.

Image and video hosting by TinyPic

f. Masjid Jami Pakuncen Masjid Jami Pekuncen yang berdiri di Tegal Arum, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, merupakan salah bangunan peninggalan Islam yang dibuat Sunan Amangkurat I sebagai salah satu tempat penting untuk penyebaran Islam kala itu.

g. Gerbang Makam Kota Gede Gerbang ini adalah perpaduan unsur bangunan Hindu dan Islam.
Image and video hosting by TinyPic

h. Masjid Makam Kota Gede Sebagai kerajaan Islam, Mataram memiliki banyak peninggalan masjid kuno, inilah masjid di komplek makam Kotagede yang bangunannya bercorak Jawa.
Image and video hosting by TinyPic

i. Bangsal Duda

Image and video hosting by TinyPic

j. Rumah Kalang

Image and video hosting by TinyPic

k. Makam Raja- Raja Mataram di Imogiri

Image and video hosting by TinyPic


Terimakasih telah membaca artikel yang telah kami sediakan.

Penulis : Kuzno Riyadi
Sumber : kerajaan-mataram-islam.blogspot.com

Senin, 29 Desember 2014

Basarnas ajak 2 orang Nelayan saksimata AirAsia

KuzzMedia - Dua orang nelayan mengaku mendengar suara dentuman keras di sekitar perairan Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah itu, para nelayan melaporkan ke Basarnas.

"Ada satu informasi pada malam hari, nelayan melihat tapi tidak dengar dentuman, yang satu lagi melihat dan mendengar dentuman," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo saat jumpa pers di kantor Basarnas Jakarta, Selasa (30/12).

Menerima informasi itu, Soelistyo mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan memperluas area pencarian. "Saya terima info ini dan kita tracking. Kesimpulan saya, informasi yang kita terima kemarin menjadi bagian dari hari ini. Setelah kami hitung kami evaluasi semalam, maka kami perluas menjadi 13 area pencarian," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan kedua nelayan tersebut untuk menyisir area yang menjadi titik dentuman tersebut. "Nelayan itu di area 5. Ini daerah selatan Pangkalanbun. Selain yang rutin pencarian darat dan udara, akan membawa dua nelayan yang kemarin memberikan informasi untuk memastikan apakah daerah ini lokasi yang diharapkan akan ditemukan," ujarnya.

Sumber : merdeka.com
Posted  : kuzzmedia.blogspot.com

Senin, 22 Desember 2014

Nasib Bandara di Kaki Gunung Gamalama

Nasib Bandara di Kaki Gunung Gamalama

Rentan terdampak letusan Gunung Gamalama
Sabtu, 20 Desember 2014
Oleh : news.viva.co.id
Sebuah pesawat siap lepas landas di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara,
VIVAnews - Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate, Maluku Utara, terpaksa ditutup sementara menyusul meletusnya Gunung Gamalama. Bandara Sultan Babullah mulai ditutup sejak kemarin, Jumat 19 Desember 2014. Hingga sore ini tak kunjung dibuka.

Bandara yang terletak sekitar enam kilometer dari Kota Ternate ini adalah satu dari sekian banyak wilayah yang masuk dalam zona berbahaya letusan Gunung Gamalama.

Hal itu dikarenakan lokasi bandara berada tepat di kaki Gunung Gamalama.

"Itulah makanya bandara kami tutup, karena memang rentan diselimuti hujan abu," kata Kepala Bandara Sultan Babullah, Taslim Badarudin, Sabtu 20 Desember 2014.

Pada erupsi Gunung Gamalama kali ini, abu vulkanik menutupi landasan bandara hingga mencapai ketebalan 5 centimeter.

"Abu vulkanik membahayakan penerbangan, karena bisa merusak mesin," lanjut Taslim.

Taslim tak bisa memastikan, kapan bandara itu dibuka kembali. Sebab aktivitas Gunung Gamalama masih tinggi.

Bahkan sekitar pukul 15.00 WIT, Gamalama kembali menyemburkan abu vulkanik dari pusat letusannya. (ren)


Sumber : news.viva.co.id
Editor   : Kuzno Riyadi

Senin, 15 Desember 2014

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Thomson Reuters
The World's Most Influential Scientific Minds 2014
Senin, 15 Desember 2014 | 21:24 WIB

KOMPAS.com — Empat arkeolog Indonesia masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia untuk bidang ilmu sosial. Oleh Thomson Reuters, mereka dimasukkan dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014.

Para arkeolog yang masuk daftar tersebut adalah Rokus Awe Due, Jatmiko, E Wahyu Saptomo, dan Thomas Sutikna. Semuanya dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Jakarta.

Dalam keterangan yang dirilis baru-baru ini, Thomson Reuters menyatakan, mereka menilai arkeolog-arkeolog tersebut berdasarkan publikasi penelitiannya serta pengaruhnya dalam keilmuan masing-masing.

Thomson Reuters memakai InCites Essential Science Indicators, metode yang dikembangkan institusi tersebut untuk menganalisis pengaruh lebih dari 3.000 ilmuwan dalam 21 bidang ilmu alam dan sosial di dunia.

Pengaruh dilihat dari jumlah publikasi penelitian tiap-tiap ilmuwan. Selain itu, pengaruh juga dilihat dengan mempertimbangkan jumlah peneliti lain yang mengutip publikasi penelitian ilmuwan yang dimaksud.

Masuk dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014, empat arkeolog asal Indonesia itu menjadi ilmuwan yang publikasinya paling hot dan paling banyak dikutip dalam satu dekade terakhir.

Saptomo lewat pesan singkat kepada Kompas.com pada Minggu (15/12/2014) mengatakan, "Semua berkat penemuan Homo floresiensis (manusia kerdil dari Flores yang ditemukan di Liang Bua)."

Penemuan itu dimuat di Nature edisi 27 Oktober 2004. Manusia kerdil Flores saat itu dinyatakan sebagai spesies manusia purba yang berbeda, tetapi kemudian muncul kontroversi. Beberapa ilmuwan mengatakan, H floresiensis adalah manusia yang mengalami kekerdilan.

Saptomo berharap, masuknya dirinya dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh itu bisa membuat pemerintah mengakui pentingnya temuan H floresiensis. "Mudah-mudahan pemerintah dapat segera membangun museum untuk H floresiensis di Manggarai," katanya.

Thomson Reuters juga membuat daftar ilmuwan paling berpengaruh dalam bidang biologi, lingkungan, kedokteran, keantariksaan, dan lainnya. Ilmuwan yang menggeluti genetika dan ilmu material adalah yang paling hot dan paling banyak dikutip.

Sumber : sains.kompas.com
Editor    : Kuzno Riyadi

Minggu, 14 Desember 2014

Kurikulum Pendidikan Periode 1945-1975

Kurikulum periode 1945-1975 diwarnai semangat kemerdekaan dan pembangunan. (Foto: dok. Okezone)

Kurikulum Pendidikan Periode 1945-1975

JAKARTA - Perubahan zaman menuntut perubahan pada dunia pendidikan Indonesia. Tujuannya, agar siswa kita tidak kalah bersaing.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah pun melakukan perubahan kurikulum pendidikan secara berkala. Sejak merdeka pada 1945, tercatat telah terjadi 10 kali perubahan kurikulum pendidikan nasional. Berikut penjelasan lima kurikulum yang dipakai pada periode 1945-1975 seperti dikutip dari laman Ditjen Dikti, Kemendikbud, Senin (15/12/2014):

1. Kurikulum 1947
Kurikulum pertama ini disebut Rencana Pelajaran 1947 atau leer plan. Kurikulum ini kental dengan nuansa politis. Ia merupakan upaya mengubah orientasi pendidikan yang berorientasi kolonialis Belanda menjadi berorientasi kepentingan nasional berasaskan Pancasila. Karena pergolakan revolusi, Rencana Pelajaran 1947 pun baru dapat diterapkan pada 1950 sehingga ia kerap disebut sebagai kurikulum 1950.
Susunannya sangat sederhana, yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, serta garis-garis besar pengajarannya. Kurikulum ini mengedepankan pendidikan watak, kesadaran bernegara, dan bermasyarakat daripada pendidikan pikiran. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian, dan pendidikan jasmani.
Ada 16 mata pelajaran di tingkat Sekolah Rakyat dengan pelajaran tambahan bahasa daerah di Jawa, Sunda dan Madura. Metode pengajaran pada kurikulum ini ditekankan pada konsep guru mengajar dan murid mempelajari.

2. Kurikulum 1952
Ini merupakan pengembangan dari Rencana Pelajaran 1947. Kurikulum yang dikenal sebagai Rencana Pelajaran Terurai 1952 ini merinci setiap mata pelajaran dan menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Ada lima hal pokok dalam kurikulum ini yaitu pendidikan pikiran harus dikurangi, isi pelajaran harus dihubungkan dengan kesenian, pendidikan watak, pendidikan jasmani dan kewarganegaraan masyarakat.

3. Kurikulum 1964
Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964 lahir di penghujung era Presiden Soekarno. Kurikulum ini memfokuskan pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana) peserta didik.
Lima hal pokok dalam kurikulum 1964 adalah manusia Indonesia berjiwa Pancasila, man power, kepribadian kebudayaan nasional yang luhur, ilmu dan teknologi yang tinggi dan pergerakan rakyat dan revolusi. Secara umum, mata pelajaran juga diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi yaitu: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pada tingkatan pendidikan dasar, penekanannya lebih kepada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

4. Kurikulum 1968
Tujuan pendidikan dalam Kurikulum 1968 adalah menekankan upaya membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani; serta mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum ini merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

5. Kurikulum 1975
Kurikulum ini adalah berorientasi pada tujuan dan menganut pendekatan integratif. Artinya, setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Kurikulum 1975 juga menekankan efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
Tidak heran, kelahiran Kurikulum 1975 dipengaruhi konsep management by objective (MBO) yang saat itu terkenal. Kurikulum 1975 juga dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respons (rangsang-jawab) dan latihan (drill).
Pelaksanaannya menggunakan pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem ini senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
Setiap satuan pelajaran dirinci lagi menjadi petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kritik atas kurikulum ini kebanyakan hadir karena guru jadi lebih sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.

Musim Hujan Rawan Kecelakaan, Ini Cara Menghindarinya

Musim Hujan Rawan Kecelakaan, Ini Cara Menghindarinya

Advertorial - detikNews

Jakarta - Hujan deras semakin sering mengguyur beberapa minggu terakhir sebagai tanda mulai datangnya musim hujan. Situasi ini membuat beberapa ruas jalan di ibu kota dan sekitarnya semakin sulit bagi pengendara mobil.

Hujan deras menyebabkan resiko celaka lebih besar bagi pengendara mobil. Beberapa ruas jalan tergenang dan licin sehingga mobil beresiko tergelincir. Belum lagi ditambah banjir, jalan berlubang, jarak pandang menipis akibat kabut, hingga kejadian tidak terduga seperti pohon tumbang. Perlu kehati-hatian dan cara khusus untuk menyesuaikan cara mengemudi agar tetap aman seperti yang disampaikan Chevrolet Indonesia berikut.

Pertama, kendarai mobil dengan cerdas. Jangan berhenti secara mendadak atau berbelok secara tiba-tiba. Kebiasaan ini tidak hanya dapat mencelakai diri sendiri tetapi juga pengendara mobil lainnya. Jika memungkinkan kendarai mobil di jalur yang ditinggalkan oleh pengendara sebelumnya karena biasanya jalur tersebut lebih kering dari bagian jalan lain.

Kunci kedua untuk tetap aman mengendarai mobil di musim hujan adalah kewaspadaan dan kesiapan kendaraan. Cek apakah lampu kabut dan wiper berfungsi maksimal. Lampu kabut sangat berguna untuk memastikan jarak pandang maksimal dan wiper yang berada dalam kondisi baik dapat menyapu maksimal guyuran hujan di kaca depan.

Selain itu, cek tekanan ban. Usahakan tekanan ban cukup, tidak terlalu keras dan tidak kurang. Tekanan ban yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram ban pada jalan dan tekanan ban yang kurang akan menyebabkan slip.

Ketiga, hindari menerobos banjir. Jika benar-benar terpaksa, perkirakan dulu tinggi genangan dan sampai kedalaman berapa mobil dapat terendam air. Jangan melintasi genangan banjir yang tingginya sudah melebihi setengah ban mobil.

Saat menerobos banjir, jaga kecepatan di 3 km/jam saat memasuki genangan dan 6 km/jam saat berada di tengah genangan. Jangan terlalu cepat dan terlalu lambat karena air dapat masuk dan merusak mesin.

Selain itu, jaga kecepatan di batas wajar. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sangat beresiko terutama saat jalan basah oleh air hujan. Apabila kecepatan wajar, pengendara dapat mengatasi aquaplaning. Kondisi dimana terdapat air di antara ban dan permukaan jalan sehingga alur ban tidak dapat menyalurkan air ke luar.

Situasi ini membuat mobil terasa mengambang, kemudi ringan dan sulit dikendalikan. Jika dipacu dengan kecepatan tinggi pengendara tidak dapat mengendalikan mobil sehingga kecelakaan fatal sangat mungkin terjadi.

Tips terakhir adalah tidak mengaktifkan cruise control saat melalui jalan basah akibat hujan deras. Cruise control adalah sistem yang dapat mempercepat atau memperlambat kendaraan agar tetap berada pada kecepatan yang ditetapkan sebelumnya.

Ketika ban kehilangan daya cengkeram di jalan basah, roda akan melambat dan terus melambat secara otmatis hingga keadaan kembali stabil. Tetapi jika cruise control diaktifkan perlambatan akan terdeteksi dan sistem ini akan kembali mempercepat roda agar kembali ke kecepatan sebelumnya. Pengendara mobil bisa kehilangan kendali secara total.

Untuk menjaga keamanan pengendaranya, beberapa tipe Chevrolet dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan dan teknologi modern. Misalnya saja seperti Chevrolet Captiva AWD yang memiliki sistem control traksi sehingga ban mobil tetap dapat mencengkeram aspal meski jalan licin. Sementara Chevrolet Aveo dan Chevrolet Spin memiliki suspensi yang mampu meningkatkan kendali pengendara di jalanan basah.

Chevrolet melengkapi semua tipenya dengan wiper bersensor hujan dan lampu kabut otomatis. Konsentrasi pengendara tidak akan terpecah untuk mengaktifkan lampu kabut dan wiper ketika hujan turun. Wiper dan lampu kabut akan aktif dengan sendirinya ketika hujan turun. Fokus pada kemudi dan kondisi sekitar tetap terjaga.

Semua tipe Chevrolet juga memiliki posisi katup pipa udara yang tinggi juga memberikan keuntungan bagi pengendara saat melintasi jalanan dengan genangan air. Resiko air mengalir ke mesin kendaraan lebih kecil.


sumber : news.kompas.com
editor   : Kusno Riyadi

Sabtu, 13 Desember 2014

Mekanisme Gerak Maateri Kelas XI SMA


Posted by : Samuel Siahaan December 12, 2013
MEKANISME GERAK PADA VERTEBRATA
A. Standar kompetensi
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/ penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas
B. Kompetensi dasar
3.1. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.
C. Indikator
· Mengidentifikasi struktur dan fungsi tulang, sendi dan otot dalam sistem gerak
·         Menggambarkan struktur tulang, otot dan sendi
·         Menjelaskan keterkaitan tulang, otot dan sendi dalam sistem gerak
·         Menjelaskan terjadinya proses gerak: gerak biasa dan gerak refleks
·         Mengurutkan proses terjadinya sebuah gerakan
·         Menjelaskan mekanisme kerja otot sebagai alat gerak aktif
·         Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan/ gangguan pada sistem gerak
·         Menjelaskan cara menghindari / rehabilitasi berbagai penyakit pada sistem gerak
·          Membuat laporan hasil studi pemanfaatan teknologi pada kerusakan sistem gerak
============================================================
            Manusia dan hewan dapat berpindah tempat dengan cara bergerak, dimana hal itu terjadi karena adanya kerjasama antara rangka dan otot. Rangka yang tersusun atas tulang-tulang dapat bergerak karena digerakkan oleh otot. Oleh sebab itu rangka disebut alat gerak pasif. Otot mempunyai kemampuan berkontraksi dan berelaksasi. Bila otot berkontraksi, akan dihasilkan tenaga dan terjadilah gerakan organ-organ yang dilekati atau organ disekitarnya ke arah tertentu. Bila otot berelaksasi, maka organ-organ tadi akan bergerak ke arah yang berlawanan. Hal itu terjadi secara terus menerus, sehingga aktivitas gerakan organ-organ berlangsung terus. Dengan demikian, otot disebut alat gerak aktif.
A. RANGKA
            Rangka pada Vertebrata terdiri atas tulang-tulang, kartilago dan ligamen yang tersusun sedemikian sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Rangka Vertebrata umumnya terletak di dalam tubuh, sehingga disebut Endoskeleton/ rangka dalam. Sedangkan pada beberapa hewan, misalnya udang, kepiting, rangka terdapat di luar tubuh/ Eksoskeleton. Hewan seperti ini biasanya mengalami pergantian kulit secara periodik dalam hidupnya.
a. Fungsi rangka
- menyokong/ menopang tubuh
- memberi bentuk tubuh
-pelindung alat-alat tubuh yang lunak
-tempat perlekatan otot
-tempat penimbunan mineral
-tempat pembentukan sel-sel darah
-alat gerak pasif
b. Proses pembentukan rangka
            Rangka pada Vertebrata sudah mulai terbentuk selengkapnya pada akhir bulan kedua perkembangan embrio. Sedangkan proses penulangan ( osifikasi ) baru mulai berakhir kira-kira pada usia 25 tahun. Berdasarkan prosesnya osifikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
-          Osifikasi intermembran
Terjadi pada pembentukan tulang pipih, dimana tulang ini dibentuk langsung oleh sekelompok sel pembentuk tulang/ osteoblas yang terdapat dalam membran fibrosa. Bagian sisi-sisi tulang dibentuk oleh sekelompok sel yang berbeda disebut trabekula yang mampu membentuk jalinan seperti jala sebagai tulang spon
-          Osifikasi endokondral
Terjadi pada tulang panjang/ pipa, dimana pada mulanya terdiri atas tulang rawan hialin yang dilapisi jaringan ikat perikondrium. Pusat osifikasi ada 2 bagian yaitu:
-              dibagian tengah batang tulang pipa ( diafisis )
Penulangan diawali dengan penyusupan pembuluh darah pada perikondrium bagian diafisis, yang menyebabkan sel perikondrium menjadi osteoblas dan tumbuh melingkar dan memanjang. Matriks tulang rawan akan mengeras karena terjadi penimbunan Ca dan P. Tetapi dibagian dalam tulang terjadi pengikisan oleh osteoklas ( sel tulang yang besar dan berinti banyak ) sehingga terbentuk rongga sumsum.  
-              Pada ujung tulang pipa ( epifisa )
Ujung tulang pipa dilapisi tulang rawan yang mengandung osteoblas dan disebut cakra epifisa. Pada orang tua telah mengalami osifikasi.
Perhatikan bagan proses penulangan sebagai berikut.
c. Macam-macam tulang
Berdasarkan jenis
Tulang rawan/ kartilago
Tulang keras/ sejati/ osteon
Tampak transparan, lentur, sel-selnya banyak mengandung matriks berupa kondrion. Tulang rawan pada anak berasal dari mesenkim, lebih banyak mengandung kondrosit. Pada orang dewasa berasal dari perikondrium yang banyak mengandung kondroblas/ sel pembentuk tulang rawan dan lebih banyak mengandung matriks
Tampak keruh, kaku, mudah patah. Osteosit dibentuk oleh osteoblas yang menghasilkan matriks yang berisi kolagen dan protein yang berperan dalam pertumbuhan tulang. Matriksnya mengandung Ca, P, Mg, F yang menyebabkan tulang menjadi keras.
                                      Berdasarkan bentuknya
Tulang pipa
Tulang pipih
Tulang pendek
Bentuk memanjang, terdapat rongga sumsum. Contoh: tl. paha, tl. betis, tl. kering, tl. hasta, tl. pengumpil dll
Struktur pipih, tak ada rongga sumsum. Contoh: tl. iga, tl.rusuk, tl. belikat, tl. tengkorak, tl. usus dll
Struktur pendek,terdapat rongga sumsum. Contoh: tl.pangkal lengan, tl. kaki, tl. dahi, ruas tl. belakang.
d. Susunan Rangka Manusia
            Selain memperkuat tubuh, kerangka juga memberi bentuk tubuh. Dengan adanya kerangka maka tubuh kita berbentuk sedemikian rupa sehingga enak dilihat.

Rangka manusia terdiri atas 2 bagian, yaitu:

-          Skeleton Aksial/ sumbu, artinya sekumpulan tulang yang terletak di daerah sumbu tubuh. Tulang-tulang aksial sangat berpengaruh pada bentuk tubuh kita. Skeleton aksial terdiri dari:
-  tulang tengkorak/ kranium
tulang ini tersusun atas tulang-tulang antara lain tulang ubun-ubun, tulang pelipis, tulang tapis, tulang baji, tulang rahang atas dan bawah, tulang lidah, tulang hidung dan tulang tengkorak belakang. Fungsinya untuk melindungi otak, mata, telinga dan membentuk wajah.
- Tulang Belakang/ Vertebra
  Berjumlah 26 ruas terdiri atas: 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 4 ruas tulang ekor ( menyatu ) dan 5 ruas tulang kelangkangan/ kemaluan/  os pubis.

- Tulang Rusuk
 Terdiri atas 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu dan 2 pasang rusuk melayang.
- Tulang Dada, terdiri dari tulang hulu, taju pedang dan tulang badan
- Skeleton Apendikular, meliputi tulang-tulang yang berkaitan dengan gerakan. Skeleton ini terdiri atas:
- Tulang-tulang Bahu, tersusun dari:
- tulang selangka/ clavicula, merupakan penghubung tulang belikat dengan tulang dada.
- tulang belikat, berhubungan dengan tulang lengan atas.
- tulang pinggul, terdiri dari 6 tulang yang telah menyatu, terdapat cekungan/ acetabulum, tempat bersambungan dengan alat gerak bawah/ extemitas inferior. Struktur pinggul manusia memungkinkan manusia berdiri pada dua kaki disebut Bipedal.
           - Tulang anggota gerak bawah/ extremitas inferior
Terdiri dari sepasang tulang paha/ femur, sepasang tulang tempurung lutut, sepasang tulang kering, sepasang tulang betis, 7 ruas tulang pergelangan kaki, 5 tulang telapak kaki dan 14 ruas tulang jari kaki
           -Tulang anggota gerak atas/ extremitas superior
                          Terdiri dari sepasang tulang lengan, sepasang tulang hasta, sepasang tulang pengumpil, 8 tulang pergelangan tangan, 5 tulang telapak tangan dan 14 ruas tulang jari tangan.
B. PERSENDIAN/ ARTIKULASI
            Tulang-tulang yang menyusun kerangka, membentuk hubungan, sehingga membentuk kesatuan yang utuh. Antara tulang – tulang tersbut memungkinkan munculnya aktivitas gerakan. Hubungan antar tulang ini disebut persendian/ artikulasi. Bentuk artikulasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain:
a. Sinartrosis
        Hubungan tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Hal ini karena diantara kedua ujung tulang  tersebut terdapat jaringan. Selanjutnya persendian ini dikelompokkan lagi menjadi 2 yaitu:
-                  Sinkondrosis, yaitu bila kedua ujung tulang dihubungkan dengan kartilago. Contoh: antar tulang belakang, antara tulang rusuk dan tulang dada.
-                  Sinfibrosis, yaitu bila kedua ujung tulang terdapat serabut, disamping itu karena bentuk hubungannya bergerigi/ membentuk sutura. Contoh: antar tulang tengkorak, antar tulang pubis/ kemaluan.
b. Amfiartrosis
Hubungan antar tulang yang menimbulkan sedikit gerakan/ gerak terbatas. Misalnya hubungan antar tulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang/ vertebra.
c. Diartrosis
Hubungan tulang, dimana memungkinkan adanya gerakan yang lebih leluasa. Misalnya hubungan antara tulang anggota gerak. Pada persendian ini, biasanya kedua ujung tulang membentuk pasangan yang tepat. Salah satu ujung berbentuk cekungan disebut mangkuk sendi, sedangkan ujung tulang yang lain membentuk tonjolan disebut bonggol sendi. Antara kedua ujung tulang terbentuk celah disebut rongga sendi. Didalam rongga sendi terdapat minyak sendi/ sinovial yang berfungsi sebagai pelumas, sehingga memungkinkan adanya gerak tanpa menimbulkan kerusakan sendi. Kedua tulang penyusun persendian ini diikat oleh selaput sendi/ membran sinovial sehingga membentuk ikatan yang kuat. Persendian ini memiliki banyak variasi struktur, sehingga selanjutnya dibedakan berdasarkan aktivitas gerakan yang dilakukan, antara lain:
-          Sendi luncur, bila gerakannya hanya menggeser sedikit saja. Misalnya antara vertebra, sehingga dapat menggeliat dan membungkuk.
-          Sendi putar, bila gerakan tulang yang satu mengelilingi tulang lainnya sebagai poros. Misalnya antara tulang tengkorak dengan tulang atlas, tulang lengan atas dengan tulang hasta dan pengumpil.
-          Sendi pelana, bila gerakannya kedua arah dalam satu bidang. Misalnya sendi pada ibu jari, tulang telapak tangan.
-          Sendi peluru, bila gerakannya lebih leluasa, karena adanya mangkuk sendi dan bonggol sendi. Misalnya antara tulang paha dan tulang pinggul, tulang lengan atas dan tulang belikat.
C. OTOT SEBAGAI ALAT GERAK
            Dengan sifat sel penyusunnya, maka otot dapat melakukan aktivitas gerak sendiri, bahkan mampu menggerakkan alat gerak yang lain. Maka otot disebut juga alat gerak aktif.  Otot rangka atau otot lurik sangat berkaitan erat dengan aktivitas gerak tubuh kita. Maka yang banyak dibicarakan adalah mekanisme gerakan pada otot lurik. Otot lurik terdiri atas serabut-serabut halus yang disebut miofibril/ serabut otot, berinti banyak,. Beberapa serabut otot bergabung membentuk kumpulan serabut otot dan dibungkus oleh lapisan/ fasia disebut fasia propria.
Kumpulan serabut otot bergabung lagi dengan kumpulan serabut yang lain menjadi satu berkas yang disebut daging/ otot dan dibungkus oleh fasia superfasialis. Umumnya gabungan otot berbentuk kumparan. Bagian tengah menggelembung disebut ventrikel/ empal, sedangkan bagian ujungnya menyempit disebut tendon/ urat. Tendon sangat keras dan liat menghubungkan otot dengan tulang. Ujung tendon yang satu melekat pada tulang yang bergerak disebut insertio, sedangkan ujung tendon yang lain melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Suatu otot hanya mampu menggerakkan  tulang ke satu arah. Bila otot lain menimbulkan gerak yang sama saling memperkuat disebut otot sinergis. Misalnya:
-          otot-otot dada, otot betis, otot paha
-          otot untuk menelungkupkan lengan bawah, yaitu otot pronator teres dan pronator kuadratus.
-          Otot-otot untuk menggerakkan kepala/ berputar.
Sedangkan otot-otot yang menimbulkan gerak berlawanan disebut otot antagonis. Misalnya otot bisep dapat membengkokkan lengan ke arah lengan atas ( fleksor ), sedang otot trisep mampu meluruskan kembali lengan ke bawah ( ekstensor ). Contoh-contoh gerak antagonis yang lain:
-          ekstensor/ meluruskan dan fleksor/ membengkokkan
-          depresor/ menurunkan dan elevator/ mengangkat
-          adduktor/ mendekat ke badan dan abduktor/ menjauhi badan
MEKANISME DAN ENERGI DALAM KONTRAKSI OTOT
            Dengan pengamatan mikroskopis, terlihat bahwa miofibril pada otot lurik tampak bergaris-garis. Garis-garis tersebut disebut sebagai zona Z ( gelap ), sedangkan bagian yang terang disebut zona H. Warna gelap disebabkan adanya kandungan miosin, sedangkan warna terang disebabkan adanya aktin. Posisi aktin dan miosin dalam miofibril berselang –seling sehingga terlihat warna gelap terang seperti motif lurik, sehingga otot rangka disebut juga otot lurik / serat lintang. Kontraksi dan relaksasi pada otot rangka terjadi karena adanya perubahan kimia protein kontraktil.
1. Mekanisme Kontraksi Otot Lurik
            Otot terdiri dari molekul-molekul protein aktin dan miosin yang tersusun tumpang tindih. Protein aktin lebih tebal dari miosin. Pada saat kontraksi, aktin akan meluncur disela-sela miosin pada zona gelap sehingga terjadi reaksi kimia  membentuk senyawa aktomiosin, sehingga luas unit miofibril akan memendek dan struktur sel otot kedudukannya akan memendek. Hal inilah yang mengakibatkan otot berkontraksi.
Proses kontraksi otot dapat digambarkan sebagai berikut:

2. Energi Untuk Kontraksi Otot
           
Energi untuk kegiatan kontraksi otot diperoleh dari peruraian ATP/ Adenosin Tripospat dan Kreatin Pospat yang berlangsung dalam keadaan anaerob. Enenrgi dipergunakan untuk membantu reaksi pembentukan aktomiosin saat kontraksi dan peruraian aktomiosin menjadi aktin dan miosin saat relaksasi. Proses penggunaan energi adalah sebagai berikut:

The energy for the muscular contraction

The energy for the muscular contraction is provided by the conversion of adenosine triphosphate (ATP) into adenosine diphosphate(ADP) and inorganic phosphate, releasing energy. A enzyme myosin ATPase catalyse the reaction in the presence of Ca2+ and Mg2+ ions.
The used up ATP has to be restored for additional contractions, So phosphocreatine now comes into picture. It donates its high energy-phospate bond to ADP, producing ATP. This reaction is catalysed by an enzyme creatine kinase
When creatine phospate is used up, new ATP is generated by aerobic respiration in the muscle cells. If the ATP is used up faster than the muscle fibres can produce aerobically, then the muscle fibres start anaerobic respiration to provide ATP. This produces lactic acid. This lactic acid is diffused in to the blood leaving a small part to accumulate in the muscle fibre. Major part of lactic acid is passed into the liver where it is oxidised to CO2 and H2O. The energy released from this oxidation is used for changing the remaining lactic acid to glycogen.

Sehingga secara singkat, energi yang digunakan untuk kontraksi otot rangka adalah sebagai berikut:
- ATP ( Adenosin Tripospat )   →  ADP ( Adenosin Dipospat )  + P + E                 
- ADP →  AMP ( Adenosin Monopospat ) + P + E
- CP ( Creatin Pospat ) →  Creatin + P + E
Bila ATP, ADP dalam otot telah habis, maka otot tak mampu lagi berkontraksi. Maka ADP dan ATP harus disusun lagi, dimana dalam penyusunannya memerlukan energi dan pospat. Energi untuk menyusun ATP berasal dari penguraian glikogen pada waktu relaksasi. Proses pembentukan ATP dapat digambarkan sebagai berikut:

KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM GERAK
            Karena sesuatu hal, maka kerja sistem gerak dapat mengalami gangguan. Beberapa bentuk kelainan dan gangguan pada sistem gerak manusia adalah sebagai berikut:
1. Gangguan pada tulang, antara lain:
    1. Fraktura sederhana, yaitu retak tulang tidak sampai melukai jaringan lain.
    2. Fraktura kompleks, yaitu patah tulang dan berakibat merusak jaringan di sekitarnya.
    1. Greenstick, yaitu retak tulang sebagian saja dan tidak sampai patah.
    2. Comminuted/ remuk, yaitu retak tulang dibeberapa bagian tetapi masih didalam daging.
    3. Skoliosis, yaitu tulang belakang melengkungkesamping kanan atau kiri.
    1. Kifosis, yaitu tulang belakang bagian atas sangat melengkung kearah depan sedang bagian belakang menonjol kearah belakang. Penderita tampak bongkok.
    1. Lordosis, yaitu tulang belakang bagian punggung menonjol kearah perut atau dada, sehingga bagian atas tubuh tertarik kebelakang.
    1. Rakhitis, yaitu penyakit tulang karena kekurangan vitamin D. Tulang lentur dan mudah melengkung, bahkan tulang akan pendek terutama ruas-ruas tulang belakang.
    1. Osteoporosis, yaitu tulang rapuh kurang keras karena kekurangan hormon kelamin pria dan wanita.

    1. Mikrocephalus, yaitu gangguan pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada masa bayi, sehingga kepala kecil kurang proporsional.
2. Gangguan pada persendian,antara lain:



a. Dislokasi, yaitu sobek atau tertariknya ligamen, sehingga terjadi pergeseran sendi.
b. Terkilir/ keseleo, yaitu tertariknya ligamen karena gerakan tiba-tiba atau tidak biasa dilakukan.
c. Ankilosis, yaitu sendi tidak dapat digerakkan karena seolah-olah tulang dan sendi menyatu.
d. Artritis/ infeksi sendi, yaitu gangguan yang ditandai dengan peradangan sendi dan terasa sakit. Macam artritis antara lain:
- Reumatoid/ reumatik, yaitu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi. Disebabkan sendi yang semula terdapat tulang rawan, terjadi penyusutan dan diganti tulang keras, sehingga sendi terasa sakit.  
- Osteoartritis, yaitu gangguan yang sama dengan reumatoid, tetapi penyusutan tulang rawan karena usia lanjut.
3. Gangguan pada otot, antara lain:
a.       Atrofi , yaitu bila otot tidak pernah digerakkan karena sesuatu hal, maka lambat laun akan mengecil.
b.      Hipertrofi, yaitu bila otot banyak dipakai maka akan membesar.
c.       Tetanus, yaitu bila bakteri tetanus mengeluarkan toksin,maka otot akan kejang.
d.      Kaku leher/ stiff, yaitu leher terasa kaku dan sakit bila digerakkan karena otot trapesius leher mengalami peradangan sebgai akibat gerakan atau hentakan yang salah gerak.
e.       Hernia abdominalis, yaitu sobeknya otot dinding perut yang lemah, mengakibatkan usus melorot masuk kerongga perut.
f.       Distrofi otot, yaitu penyakit bawaan dimana gen pembentuk selubung otot tidak dimiliki, sehingga otot tidak kuat menggerakkan organ tubuh karena otot terurai dari pembungkusnya.