Senin, 29 Desember 2014

Basarnas ajak 2 orang Nelayan saksimata AirAsia

KuzzMedia - Dua orang nelayan mengaku mendengar suara dentuman keras di sekitar perairan Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah itu, para nelayan melaporkan ke Basarnas.

"Ada satu informasi pada malam hari, nelayan melihat tapi tidak dengar dentuman, yang satu lagi melihat dan mendengar dentuman," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo saat jumpa pers di kantor Basarnas Jakarta, Selasa (30/12).

Menerima informasi itu, Soelistyo mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan memperluas area pencarian. "Saya terima info ini dan kita tracking. Kesimpulan saya, informasi yang kita terima kemarin menjadi bagian dari hari ini. Setelah kami hitung kami evaluasi semalam, maka kami perluas menjadi 13 area pencarian," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan kedua nelayan tersebut untuk menyisir area yang menjadi titik dentuman tersebut. "Nelayan itu di area 5. Ini daerah selatan Pangkalanbun. Selain yang rutin pencarian darat dan udara, akan membawa dua nelayan yang kemarin memberikan informasi untuk memastikan apakah daerah ini lokasi yang diharapkan akan ditemukan," ujarnya.

Sumber : merdeka.com
Posted  : kuzzmedia.blogspot.com

Senin, 22 Desember 2014

Nasib Bandara di Kaki Gunung Gamalama

Nasib Bandara di Kaki Gunung Gamalama

Rentan terdampak letusan Gunung Gamalama
Sabtu, 20 Desember 2014
Oleh : news.viva.co.id
Sebuah pesawat siap lepas landas di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara,
VIVAnews - Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate, Maluku Utara, terpaksa ditutup sementara menyusul meletusnya Gunung Gamalama. Bandara Sultan Babullah mulai ditutup sejak kemarin, Jumat 19 Desember 2014. Hingga sore ini tak kunjung dibuka.

Bandara yang terletak sekitar enam kilometer dari Kota Ternate ini adalah satu dari sekian banyak wilayah yang masuk dalam zona berbahaya letusan Gunung Gamalama.

Hal itu dikarenakan lokasi bandara berada tepat di kaki Gunung Gamalama.

"Itulah makanya bandara kami tutup, karena memang rentan diselimuti hujan abu," kata Kepala Bandara Sultan Babullah, Taslim Badarudin, Sabtu 20 Desember 2014.

Pada erupsi Gunung Gamalama kali ini, abu vulkanik menutupi landasan bandara hingga mencapai ketebalan 5 centimeter.

"Abu vulkanik membahayakan penerbangan, karena bisa merusak mesin," lanjut Taslim.

Taslim tak bisa memastikan, kapan bandara itu dibuka kembali. Sebab aktivitas Gunung Gamalama masih tinggi.

Bahkan sekitar pukul 15.00 WIT, Gamalama kembali menyemburkan abu vulkanik dari pusat letusannya. (ren)


Sumber : news.viva.co.id
Editor   : Kuzno Riyadi

Senin, 15 Desember 2014

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Thomson Reuters
The World's Most Influential Scientific Minds 2014
Senin, 15 Desember 2014 | 21:24 WIB

KOMPAS.com — Empat arkeolog Indonesia masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia untuk bidang ilmu sosial. Oleh Thomson Reuters, mereka dimasukkan dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014.

Para arkeolog yang masuk daftar tersebut adalah Rokus Awe Due, Jatmiko, E Wahyu Saptomo, dan Thomas Sutikna. Semuanya dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Jakarta.

Dalam keterangan yang dirilis baru-baru ini, Thomson Reuters menyatakan, mereka menilai arkeolog-arkeolog tersebut berdasarkan publikasi penelitiannya serta pengaruhnya dalam keilmuan masing-masing.

Thomson Reuters memakai InCites Essential Science Indicators, metode yang dikembangkan institusi tersebut untuk menganalisis pengaruh lebih dari 3.000 ilmuwan dalam 21 bidang ilmu alam dan sosial di dunia.

Pengaruh dilihat dari jumlah publikasi penelitian tiap-tiap ilmuwan. Selain itu, pengaruh juga dilihat dengan mempertimbangkan jumlah peneliti lain yang mengutip publikasi penelitian ilmuwan yang dimaksud.

Masuk dalam daftar The World's Most Influential Scientific Minds 2014, empat arkeolog asal Indonesia itu menjadi ilmuwan yang publikasinya paling hot dan paling banyak dikutip dalam satu dekade terakhir.

Saptomo lewat pesan singkat kepada Kompas.com pada Minggu (15/12/2014) mengatakan, "Semua berkat penemuan Homo floresiensis (manusia kerdil dari Flores yang ditemukan di Liang Bua)."

Penemuan itu dimuat di Nature edisi 27 Oktober 2004. Manusia kerdil Flores saat itu dinyatakan sebagai spesies manusia purba yang berbeda, tetapi kemudian muncul kontroversi. Beberapa ilmuwan mengatakan, H floresiensis adalah manusia yang mengalami kekerdilan.

Saptomo berharap, masuknya dirinya dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh itu bisa membuat pemerintah mengakui pentingnya temuan H floresiensis. "Mudah-mudahan pemerintah dapat segera membangun museum untuk H floresiensis di Manggarai," katanya.

Thomson Reuters juga membuat daftar ilmuwan paling berpengaruh dalam bidang biologi, lingkungan, kedokteran, keantariksaan, dan lainnya. Ilmuwan yang menggeluti genetika dan ilmu material adalah yang paling hot dan paling banyak dikutip.

Sumber : sains.kompas.com
Editor    : Kuzno Riyadi